Kamis, 09 Oktober 2014

Action Cam, apa sih itu?kenapa sekarang booming banget?

Sesuai nama, action cam ini dibuat untuk memenuhi hasrat terpendam orang-orang yang ingin mengabadikan kegiatan extremenya. Kamera ini di design seringkas mungkin, tahan air, beberapa tahan banting, bisa dibawa kemana saja, di tempel dimana saja.

Spesifikasi yang ditawarkan pun cukup menggiurkan, sebut saja sebuah action cam buatan cina yang sekarang lagi booming karena disebut sebut sebagai gopro killer dari segi hasilnya. Saya sendiri memang belum sempat ngebandingin langsung hasilnya. 

Ok, jadi kenapa sih ini booming banget? termasuk saya sebagai penggemar fotografi dan touring kesana kemari.

Biasanya kita ketika dijalan melihat sesuatu yang lucu, konyol, bahkan membahayakan misalnya kecelakaan dan sebagainya. Peristiwa peristiwa yang kalau kita berhenti, ngeluarin kamera dan mengabadikan pasti udah keburu ketinggalan / kehilangan momennya. Action cam ini membantu kita mengabadikannya.

Memang sih ini masuknya ke videografi, tapi action cam sekarang ini ada fitur fotonya, ada yang dari 3MP dan tidak tanggung-tanggung 12MP sekaligus. Dengan lensa yang biasanya ultravide, memiliki AoV (Angle of View) yang luar, kamera ini masuk dalam daftar barang yang harus saya bawa ketika jalan-jalan.


Ya..foto ini hasil action cam yang saya bawa lagi jalan-jalan ke puncak. Hasil foto ini tanpa edit, tanpa atur White Balance dsb..tinggal point n shoot (tentunya ngintip lcd dulu buat komposisinya)

Nah ini yang saya lupa, untuk action cam yang saya pakai ini, ada fitur untuk atur White Balance dan ISO.. menarik bukan?

Selasa, 23 September 2014

Beli kamera DSLR atau Mirrorless??

Sudah menjadi rahasia umum dimana sekarang ini dominasi kamera mirrorless mendobrak penjualan kamera DSLR. Ada banyak orang yang beralih dari kamera DSLR yang besar ke kamera mirrorless, ada banyak juga yang kebingungan dalam menentukan kamera pertamanya antara DSLR dan mirrorless.

Saya disini akan bantu kalian tambah bingung sebaiknya kamera apa sih yang harus dimiliki?

Banyak orang membeli kamera DSLR karena ingin hasil yang jauh lebih bagus daripada kamera pocket biasa, ada juga yang ingin gaya, dan ada juga yang serius mau belajar fotografi.

Seiring berkembangnya jaman, produsen kamera berlomba-lomba untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam dunia fotografi.

Saya jadi ingat ketika Sony Nex baru keluar, ketika launching Sony Nex 7, mereka mengatakan kalau Sony Nex adalah kamera yang salah target. Di awal mereka menargetkan Sony Nex adalah untuk mereka yang ingin hasil bagus, tanpa harus membawa barang yang berat dalam travelling atau jalan-jalan.

Kenyataannya? banyak fotografer profesional yang beralih ke Nex dengan segala kekurangannya (tanpa hotshoe, tanpa viewfinder, dengan fulltime live view yang mengakibatkan kesulitan ketika bermain strobist atau studio). Maka dari situlah muncul Sony Nex7 yang menjawab kebutuhan para fotografer profesional.

Keberadaan Sony Nex sebagai mirrorless dengan sensor APSC dimana menyaingi kamera DSLR dengan sensor APSC cukup mengguncang penjualan kamera lainnya. Sayang sekali Olympus dan Panasonic tetap mempertahankan Sensor micro-fourthirdnya.

Tips dan trik dari saya dalam menentukan kamera antara DSLR atau mirrorless :

- Budget 
ini yang paling penting, ketahui budget anda.

- Kebutuhan 
apakah kamera akan digunakan untuk sekedar jalan2? fotografi hobi? fotografi wedding? prewedding?

Mindset masyarakat Indonesia dalam melihat ke-profesional-an seseorang masih dari seberapa besar kamera yang mereka bawa.

Untuk yang senang travelling, saya sangat merekomendasikan kamera mirrorless, karena kita bisa hemat tenaga untuk bawa peralatan fotografi kita.

Pilihlah kamera DSLR ketika kita memang membutuhkannya. fitur-fitur kamera DSLR seri Pro, banyak tidak terdapat di kamera mirrorless, terutama tombol-tombol untuk melakukan settingan dengan cepat.

Kamera mirrorless masih memiliki variasi lensa yang tidak sebanyak kamera DSLR, meskipun sekarang tiap produsen sudah membuat adapter untuk bisa memakai lensa-lensa dari DSLR mereka ke kamera mirrorless.

Saya sendiri sempat beralih ke kamera mirrorless, semua DSLR saya saya jual, saya sisakan 1 buah lensa DSLR. Saya membeli Sony Nex-7 kit 18-55, dengan adapter LA-EA2 dan lensa SAL 16-50 f/2.8. Tapi kembali saya beralih ke DSLR ketika saya membandingkan hasil antara sendor APSC dengan Fullframe (35mm)

Pada waktu itu belum ada kamera mirrorless dengan sensor fullframe (kecuali leica yang harganya selangit). Sekarang bukannya tidak kepengen meminang A7R atau A7, tapi budget untuk kamera harus dialihkan ke sesuatu yang lebih penting, jadilah bertahan dengan DSLRnya.

Kesimpulannya :
Yes..mirrorless sangat menarik..tapi kembali ke budget yang tidak mencukupi akhirnya harus setia dengan DSLR yang berat.


Gimana..keliatan kan bedanya..meskipun menggunakan lensa yang sama.. :)



Rabu, 16 Juli 2014

Tas Kamera

Kali ini saya mau share tentang pemilihan tas kamera.

Merk dan harga memang ga pernah bohong. yang bohong sih yang jualannya biasanya..

Kenapa saya bisa bilang begitu? jadi inget dulu pernah beli tas kamera produksi lokal modelnya kaya tas kamera import dengan harga cuma seperlimanya aja..

Begitu tas kamera sampai, buka..agak ilfil sama padding dalemnya..tapi yah sudahlah..harga murah koq mau macam2..

Pakai beberapa lama, akhirnya sempet dipensiunkan sementara itu tas.. sekalinya mau dipakai lagi..pas baru ngalung ke pundak, itu tas jahitannya copot..dan retsletingnya pada copot semua..

Kebayang dong kalau isinya full kamera, lensa, dan aksesorisnya jatoh berantakan..bisa habis semua investasi kita..

Bahan padding (sekat) pun bermacam-macam..pada tas lokal yang murah, cenderung busa bisa..meskipun tebel tapi sebenarnya kosong isinya..

Bahan luar, retsleting tas pun berpengaruh..kebayang dong kalau pakai tas yang bahannya menyerap air..tembus ke busa..lalu diam bersama kamera..bisa jadi lembab kamera dan lensa kita..yang ujung2nya memicu jamur..blom lagi bisa memicu karat..

Tas kamera yang bermerk biasanya memang sudah diperhitungkan weight distributionnya (pembagian beban) sehingga beban tidak terpusat di pundak, tapi bisa di distribusikan ke perut, dll..jadi meskipun barang bawaan kita banyak, tapi tidak menyiksa pundak kita.

Kesimpulannya :

Merk mahal memang menguras duit, tapi ingatlah barang yang anda bawa tidaklah murah..semuanya kembali ke budget dan kebutuhan..jangan beli tas kamera hanya asal besar..asal keren..asal murah.. :)

Salam,

AKG

Selasa, 15 Juli 2014

Panduan membeli Tripod

Akhirnya setelah sekian lama, ini account kebuka juga..kemaren sempet lupa passwordnya.

Nyambung lagi ah..kalo ini saya mau bahas tentang tripod. Banyak banget yang nanya tripod yang murah tapi bagus itu apa? yang cocok dengan kameranya apa..dan lain-lain.

Nah menurut pengalaman saya selama ini waktu beli tripod, kalau bisa jangan beli yang teralu murah. Kenapa? Karena ujung-ujungnya malah jadi sampah di rumah.

Disamping dari segi ekonomisnya, ingatlah bahwa barang yang kita percayakan di tripod itu barang yang harganya mahal. Jadi kalau foto outdoor/indoor yang kita bakal ninggalin itu kamera sendiri di tripod (pakai remote) ingatlah kalau itu kamera ada kemungkinan jatuh ketika ketiup angin kencang / kesenggol.

Sekarang kita bahas satu persatu bagian dari tripodnya deh..

Kaki-kaki tripod : biasanya terbuat dari alumunium campuran, magnesium alloy sampai carbon. Sesuai namanya, harga tripod yang berbahan carbon sangatlah mahal meskipun ringan. Pilihlah bahan yang cukup kokoh ketika dibuka maksimal. Biasanya memang agak berat tripod seperti ini.

Saya biasanya membuka maksimal kaki tripod, lalu saya sedikit tekan dari atas tripodnya, kita lihat bagaimana respon kaki tripod tersebut. Ada yang malah melebar, ada yang bergetar hebat, ada yang steady alias biasa2 aja.

Kenapa ini harus diperhatikan? Ketika kita mentrigger kamera, ada mirror yang akan bergerak. Mirror yang bergerak itu akan menghasilkan getaran, yang ujung-ujungnya bisa bikin foto tidak tajam.

Kepala tripod (ballhead / triway-head / pan-head) 

Pan head : Kepala tripod ini yang paling standar ada di tripod. dia bisa bergerah kiri kanan, ngangguk depan (bawah) atau belakang (atas) dan juga bisa dimiringkan ke kiri (posisi portrait).

Kekurangan dari panhead adalah sudut yang bisa di explorasi lebih terbatas. Ruang gerak juga lebih terbatas dan cenderung tidak ringkas ketika akan merubah sudut. Ada 3 kunci yang harus kita buka tutup.

Bahan biasanya plastik, ada juga yang magnesium alloy. Untuk yang bahannya plastik, biasanya ketika kita kunci dan kita lepas kameranya dari tangan, biasanya akan berubah cukup banyak sudutnya.

Banyak yang mengeluhkan bahwa kepala tripod ini sering patah yang berbahan dasar plastik. Ketika sudah patah, tidak bisa diapa-apain lagi selain dibuang. Bisa juga digunakan untuk shoot video.

Ballhead : Sesuai namanya, kepala tripod ini menggunakan bola sebagai poros geraknya. Yang tentunya lebih fleksibel ketika mengubah sudut kamera. Bahannya juga biasanya minimal besi / alumunium yang memiliki kekuatan lebih daripada plastik.

Ada beberapa tipe ballhead, dari yang kuncinya hanya 1 hingga 3...bedanya adalah yang 1, ketika 1 kunci itu diputar, kamera bebas kemana saja ke semua arah. Sedangkan yang 3 kunci, untuk nengok kiri kanan 1 kunci, dan untuk merubah arah 1 kunci, yang 1 lagi untuk bikin seret / longgar itu ballhead...lebih advance dan lebih bagus.

Tri-way head : sama seperti pan head, namun tri-way head lebih untuk menampung beban berat. Informasi yang ada di tri-way lebih lengkap seperti sudut derajat.

Sebenernya masih ada fluid head, gimbal head, tapi kita ga bahas kali ini.

Nah terlepas dari faktor diatas, ada faktor yang cukup penting yaitu nilai jual. Ketika kita beli tripod yang (mohon maaf) agak murah, kita akan kesulitan menjualnya kembali. Karena beberapa buyer akan memilih barang yang baru kecuali kita jual dengan murah. Akhirnya tripod tidak terpakai dan jadi penunggu gudang.

Kesimpulan, belilah tripod yang cukup baik, sesuai dan kebutuhan anda dan tentunya sesuai budget. Silahkan hubungi saya kalau ingin bertanya-tanya.

Salam,

AKG

Rabu, 24 Juli 2013

Flash / Speedlite - Aksesoris berikutnya yang harus dimiliki setelah lensa


Setelah memiliki DSLR dengan lensanya, apalagi sih yang perlu di beli?

Ketika anda berniat untuk menekuni dunia fotografi, Flash / Speedlite adalah salah satu item yang harus anda miliki. Kenapa? Karena fotografi itu semua tentang cahaya.

Mungkin banyak yang bilang kalau kamera DSLR nya sudah memiliki flash internal / pop-up flash, untuk apa membeli sebuah Flash External?

Jawabannya adalah :

Pop-up flash atau Flash internal memiliki kemampuan yang terbatas.

GN yang kecil berkisar antara 7-10

Shutter speed max 1/160 (Di beberapa kamera semi-pro SS bisa mencapai 1/200-1/250)

Arah cahaya straight ke objek / model.

Belilah sebuah speedlight yang memiliki fitur TTL dan HSS. Apa sih TTL dan HSS itu?

TTL = Trough The Lens, yaitu kemampuan si flash untuk mengatur power cahaya sesuai dengan jarak objek, atau bahasa kerennya “otomatis”

HSS = High Speed Sync, yaitu kemampuan sebuah flash untuk berkerja di speed diatas 1/160

Kenapa kita butuh minimal kedua fitur diatas?

Ketika kita tidak mau repot mengatur power, dan untuk momen-momen yang sulit diulang, kita butuh fitur dimana kamera yang berpikir, kita tinggal eksekusi. Disitulah fitur TTL diperlukan. Begitu pula ketika kita baru belajar mengenal cahaya.

HSS sendiri banyak digunakan dalam foto sport / olahraga atau dalam pemotretan sehari-hari. Terutama ketika kita foto outdoor dan siang hari.

Ketika kita foto di outdoor dan siang hari dimana matahari sudah berada nyaris atau bahkan diatas kepala kita, sering kali kita mendapatkan shadow di bawah mata kita dan di bawah leher..bahkan mata objek malah tertutupin oleh shadow / bayangan dari rambut. Tentunya hal ini sangat mengganggu. Shadow seperti ini dapat kita atasi dengan penggunaan flash.

Juga ketika kita membuat sebuah foto dengan kondisi backlight (sumber cahaya berasal dari belakang objek) sehingga metering kamera tertipu dengan keberadaan sumber cahaya di belakang yang sering kali membuat objek menjadi gelap dan background (latar belakang) menjadi normal. Hal ini dapat kita siasati dengan penggunaan flash terhadap objek.

 

 

Selasa, 23 Juli 2013

LENSA APA SIH YANG HARUS SAYA BELI?


Setelah melewati fase memilih kamera DSLR, banyak orang yang bertanya lensa apa yang cocok dengan saya atau lensa apa yang bagus. Dalam memilih sebuah lensa, pahami karakteristik kita dalam fotografi. Apakah kita termasuk orang yang suka dengan fotografi model? Landscape? Macro? Jurnalistik? Stage? dan lain-lain.

Namun, lensa yang menurut saya cocok untuk seseorang dalam mengenali jenis fotografi apa sih yang dia minati adalah lensa kit (18-55/18-70), lensa tele (55-200, 75-300, 55-300) dan 50mm. Mengapa saya merekomendasikan 3 lensa tersebut?

Lensa kit (18-55/18-70) memiliki focal length terlebar 18, yang sudah cukup wide untuk digunakan dalam foto landscape.

Lensa tele 55-200 / 55-300 memiliki focal length terpanjang 200/300 yang cukup tele untuk mengambil foto yang close up / objeknya jauh.

Lensa 50mm adalah salah satu lensa yang tidak teralu mahal namun memiliki bukaan besar yaitu f/1.8 dan mampu menghasilkan bokeh yang banyak dicari oleh setiap fotografer.

Saya sendiri ketika membeli kamera DSLR pertama saya, saya membeli yang double kit (18-55 dan 55-200) beberapa saat kemudian saya membeli sebuah lensa 50mm f/1.8. Memakai lensa tersebut cukup lama. J

TIPS MEMILIH DSLR PERTAMA ANDA


Tips dalam memilih kamera DSLR pertama :

Sesuaikan dengan budget
Banyak sekali yang bertanya kamera DSLR apa yang bagus untuk belajar / pemula, tetapi ketika saya menyebutkan Merk dan Tipenya, semuanya akan bilang “Wah mahal banget”, “Ga sesuai budget”, dan lain-lain.
Itulah alasan saya sesuaikan dengan budget kalian. Pada dasarnya semua kamera bagus dan cocok untuk belajar / pemula.

     Merk
Banyak yang bertanya apakah merk A bagus?Merk B bagus? Pada dasarnya fotografi adalah seni yang tidak berlandaskan pada merk. Untuk membuat foto yang bagus tidak terbatas hanya dari menggunakan merk / tipe kamera tertentu. Dibutuhkan pengetahuan dan sense of art dalam mengeksekusi foto.
Salah satu tips dalam memilih kamera adalah pilihlah kamera yang banyak digunakan oleh teman-teman disekitar, jadi dapat mempercepat proses pembelajaran dan bisa pinjam meminjam aksesoris, namun tetap harus di perhatikan kehati-hatian dalam pinjam meminjam barang.

Sebagai pemula yang baru belajar, banyaklah bertanya dan memilah-memilah jawaban. Karena banyak sekali fotografer yang teralu fanatik terhadap sebuah merk dan menjelekkan merk yang lain. Pilihlah teman dalam bertanya.